Internal PPP Bergejolak, Suryadharma Didorong Mundur dari Kursi Ketum

Internal PPP Bergejolak, Suryadharma Didorong Mundur dari Kursi Ketum

By  |  0 Comments

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali kini telah jadi tersangka kasus dugaan penyelewengan dana haji. Posisinya sebagai Ketum Partai Kakbah itu kini mulai bergoyang.

“Kita berharap beliau (Suryadharma) yang mengambil langkahnya, apakah mundur sementara atau permanen,” tutur Ketua DPW PPP Sumatra Utara Fadly Nursal saat dihubungi, Kamis (5/6/2014).

Fadly menyatakan keputusan ini sejalan dengan pemikiran sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang berkumpul saat konsolidasi para caleg partai politik pendukung capres Prabowo Subianto di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (27/5) lalu. Komunikasi antar DPW juga dilanjutkan lewat telpon.

“Ada DPW Banten, Sulawesi Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Gorontalo, NTT, Jawa Timur, Bangka Belitung, dan banyak lagi,” tutur Fadly.

Fadly menyatakan dorongan kepada Suryadharma itu didasari oleh itikad baik agar Menteri Agama itu bisa berkonsentrasi menghadapi kasusnya. Dengan demikian, aktivitas PPP menjadi tak terkendala.

“Pak Surya butuh waktu mengurus persoalan itu. Janganlah beliau dibebani dengan persoalan partai,” ujar Fadly.

Bahkan Fadly menilai kasus Suryadharma itu berpotensi menjadi ‘hempasan’ luar biasa bagi PPP. Namun dia masih berharap agar sangkaan kasus itu tak benar adanya.

“Tapi kalau itu benar, tentu harus dihadapi dengan perasan dan mental berpartai yang kuat. Karena akan kuat sekali hempasannya bagi kita,” tutur Fadly.

Lantas siapa yang akan menggantikan Suryadharma di posisi Ketum PPP? Fadly menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

“Terserah DPP. Karena ada tiga atau empat nama dari Wakil Ketua Umum PPP, terserah DPP,” jawab Fadly.

Sumber : Detik

Don't be shellfish, yuk share ...
Email this to someoneDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter