Jantung Revolusi Mental Presiden Joko Widodo ada di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan

Jantung Revolusi Mental Presiden Joko Widodo ada di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan

By  |  0 Comments

Jakarta, 29 Oktober 2014 – Perubahan nomenklatur Kabinet Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan (Menko PMK) dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menunjukkan komitmen pemerintahan untuk menjalankan konsep ‘Revolusi Mental’ yang sudah disampaikan di masa kampanye. Sebab Presiden Joko Widodo telah menyampaikan bahwa ‘Revolusi Mental’ dimulai dari diri kita masing-masing atau manusia-nya. Di sini berarti Menko PMK menjadi jantung penggerak terjadinya ‘Revolusi Mental’ di Indonesia selama masa pemerintahan 2014-2019.

“Sejak masa kampanye sampai sidang kabinet pertama, Presiden sudah jelas menyatakan bahwa ‘Revolusi Mental’ harus terjadi di Indonesia. Sebagai Menko PMK maka tanggung jawab kementerian yang saya pimpin ini adalah memastikan gagasan tersebut terealisasi. Jantung ‘Revolusi Mental’ ada di sini” kata Menko PMK Puan Maharani.

Presiden Joko Widodo pernah menuliskan definisi ‘Revolusi Mental’ sebagai “menciptakan paradigma, budaya politik, dan pendekatan nation building baru yang lebih manusiawi, sesuai dengan budaya Nusantara, bersahaja, dan berkesinambungan.” Serta dalam penjabarannya ada 3 (tiga) dimensi dalam pembangunan manusia Indonesia, yaitu sehat, cerdas, dan berkepribadian. Kesemuanya untuk menuju manusia Indonesia yang berkepribadian.

“Hakikat manusia pasti melibatkan dimensi fisik, intelektual, spiritual, dan psikis. Kesatuan dan keutuhan ke-empat dimensi tersebut dalam kerangka ke-Indonesia-an yang perlukan untuk mewujudkan ‘Revolusi Mental’ sehingga memenuhi amanah konstitusi agar setiap rakyat Indonesia dapat mengembangkan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. Maka itu kementerian-kementerian teknis yang berada dalam koordinasi Menko PMK meliputi berbagai aspek tersebut,” lanjut Puan.

Sesuai perubahan nomenklatur maka ada 8 (delapan) kementerian dalam koordinasi Menko PMK, yaitu kementerian agama, kementerian kesehatan, kementerian desa dan pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kementerian pemuda dan olahraga, kementerian ristek dan pendidikan tinggi, kementerian kebudayaan dan pendidikan dasar dan menengah, serta kementerian sosial. Kesemuanya bertugas memenuhi amanat UUD 1945 NRI pasal 28H ayat 3 “Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang  bermartabat”.

“Sesuai UU Kementerian Negara maka sudah jadi tugas saya sebagai Menko untuk menyinergikan dan mengkoordinasikan urusan 8 (delapan) kementerian yang terkait pembangunan manusia dan kebudayaan. Mohon doa dan masukannya semoga ‘Revolusi Mental’ dapat segera terjadi di Indonesia,” tutup Puan.

Sumber : http://menkokesra.go.id/artikel/jantung-revolusi-mental-presiden-joko-widodo-ada-di-kementerian-koordinator-pembangunan

Don't be shellfish, yuk share ...
Email this to someoneDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter