KPK Yakin Perempuan Bisa Jadi Ujung Tombak Lawan Korupsi

KPK Yakin Perempuan Bisa Jadi Ujung Tombak Lawan Korupsi

By  |  0 Comments

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang perempuan memiliki peran sentral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Untuk itu, agar peran perempuan lebih optimal, KPK meluncurkan gerakan “Saya, Perempuan Anti Korupsi, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2014).

Menurut Wakil Ketua KPK, Busyro Muqqodas, dalam proses politik itu perempuan memang masih ada yang ketinggalan. Yakni, genuinisitas atau keaslian perempuan itu sendiri yang dilupakan. Dimana, sejatinya perempuan memiliki kecenderungan lebih taat aturan daripada laki-laki.

“Seharusnya itu yang bisa diperankan dalam kenegaraan,” katanya mengawali dialog “Kartini Bicara Anti Korupsi” di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ia juga menilai mengapa saat ini, banyak perempuan yang justru terjerumus dalam praktek korupsi, itu karena ada kesalahan dalam birokrasi. Lagipula, bila memang ada perempuan yang terlibat korupsi,  saat ini juga jumlahnya terbilang kecil. “Putri-putri kita masih ada menjaga otentiksitasnya,” tukasnya.

Dengan sifat keaslian dari seorang perempuan, sejatinya bisa dijadikan kekuatan bangsa. Melalui perannya sebagai ibu dan sebagai istri maupun perannya dalam organisasi wanita atau perannya sebagai profesional.

Sebagai istri dan ibu, perempuan merupakan tokoh sentral dalam keluarga yang memberi andil sangat besar terhadap arah perkembangan keluarga. Penanaman nilai-nilai kebaikan terhadap anak, termasuk didalamnya nilai kejujuran dan anti korupsi, disemai sejak dini oleh seorang ibu.

KPK berkeyakinan korupsi bisa diberantas apabila perempuan Indonesia bersatu dalam upaya pendidikan antikorupsi dan melakukan empat poin resolusi “perempuan lawan korupsi”, yakni :

1. Pendidikan antikorupsi dan gerakan bersama untuk membangkitkan kesadaran kritis akan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, integritas, transparansi dan akuntabilitas.

2. Membangun dan memperkuat gerakan pengawasan (wacthdog) terhadap korupsi di semua tingkatan.

3.Memperkuat gerakan perempuan ditingkat organisasi akar rumput dan gerakan komunitas sebagai kelompok strategis dalam melawan korupsi.

4.Mendorong dan berperan aktif dalam perubahan struktur di semua tingkatan, mulai dari keluarga, sekolah, lembaga publik, lembaga swasta/korporasi dan pemerintahan demi terwujudnya sharing kekuasaan, keterbukaan dan kebebasan informasi serta partisipasi dalam pengambilan keputusan.

Sumber : Okezone

Don't be shellfish, yuk share ...
Email this to someoneDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter