Pengamat: KMP Bakal Bubar

Pengamat: KMP Bakal Bubar

By  |  0 Comments

Jakarta: Koalisi Merah Putih (KMP) sempat mendeklarasikan diri sebagai koalisi permanen. Tapi belum setengah perjalanan jadi oposisi, gejala ketidaksolidan sudah tampak.

KMP berdiri atas inisiasi Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka bergabung mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa jadi calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres lalu.

Setelah Pilpres, KMP masih solid. Bahkan sukses merebut kursi pimpinan di parlemen.

Kekuatan KMP dibantu Partai Demokrat. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengaku tak bergabung dengan koalisi manapun. Netral.

Hanya saja, beberapa manuver Partai Demokrat menguntungkan KMP. Demokrat bahkan diajak KMP untuk duduk di pimpinan DPR dan MPR. PPP yang loyal terhadap KMP malah disingkirkan. PPP kemudian mengancam undur diri. KMP tetap berdiri solid. Ancaman PPP tak ngaruh.

Hingga akhirnya beberapa peristiwa politik menggoyang KMP. Dimulai dari pecahnya PPP, lalu Partai Golkar dan kemudian isu Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur Bupati dan Wali Kota (Perppu Pilkada).

PPP jadi dua kubu. Salah satu kubu menyatakan diri bergabung dengan KIH. Golkar pun pecah. Salah satu kubu mengumumkan keluar dari KMP.

KMP pun, diyakini banyak pihak, tak bakal permanen.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Jakarta Hendri Satrio menilai ujung dari politik adalah kekuasaan. Dia yakin koalisi yang tak dekat dengan kekuasaan bakal kesulitan menyolidkan diri. Yang ada bahkan rentan pecah, lebih parahnya mudah bubar.

“Karena setiap partai politik punya kepentingan, kepentingan sesaat inilah yang bisa memecah koalisi. Begitu ada kepentingan ya tinggal pindah koalisi saja,” kata Hendri saat dihubungi, Jumat (12/12/2014).

Dia mengingatkan adanya Sekretariat Gabungan (Setgab) yang dibentuk SBY pada saat menjabat Presiden. Koalisi gemuk yang terdiri dari banyak parpol ini ternyata juga tak kompak. Padahal koalisi ini dekat dengan kekuasaan bahkan menjadi pendukung pemerintah kala itu.

“Padahal kurang apa coba, dikasih menteri iya, tapi tetap saja mbalelo. Apalagi ini yang kekuasaannya hanya di parlemen, bubar besok saja sangat bisa,” papar Hendri. SBY kemudian belajar dari pengalamannya. Dia memutuskan agar Partai Demokrat tak bergabung dengan salah satu koalisi. Tapi kemudian Demokrat lah yang mengatur konstalasi politik saat ini. Partai inilah yang bisa memecah KMP dan KIH sekaligus.

Dia mengatakan isu Perppu tak sampai membubarkan KMP. Hanya jadi syok terapi. KMP harus sadar tak ada lagi yang bisa ditawarkan pada parpol-parpol. “Lama-lama setiap partai politik ingin dekat dengan kekuasaan,” ujar Hendri.

Apalagi, jika Presiden Joko Widodo berencana merombak kabinet. Itu bisa memecah belah KMP sebagai oposisi.

Hanya saja, kata dia, elite-elite di KMP harus berusaha agar koalisinya benar-benar permanen. Ini karena rakyat saat ini membutuhkan kelompok yang punya peran sebagai penyeimbang pemerintah. Dalam kata lain oposisi yang kritis.

“Waktu era SBY lalu, PDI Perjuangan gagal menjadi oposisi kritis. Nah, sekarang publik berharap ada oposisi kritis. Itu ada di KMP,” katanya.

 

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2014/12/12/330943/pengamat-kmp-bakal-bubar

Don't be shellfish, yuk share ...
Email this to someoneDigg thisShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter